Pengolahan Limbah Cair : Recycle Air Limbah dengan Oksidasi Kimia

2013-08-04 06:01:59

Ketersediaan air yang layak dikonsumsi manusia semakin menipis. Kecepatan  purifikasi air secara alami membutuhkan waktu yang tidak sebanding dengan laju pemanfaatannya oleh manusia.  Pemanfaatan air secara besar-besaran tanpa prosedur pembuangan yang tidak memenuhi syarat membuat degradasi kualitas air yang menurun tajam. Jika manusia mengambil air dalam keadaan yang bersih, maka sudah sepantasnya alam berhak menerima buangan air dalam keadaan bersih pula. Konsep sustainable telah mengemuka melalui konvensi internasional maupun regulasi dalam negeri. Maka, sebisa mungkin air limbah yang dihasilkan dapat di daur ulang.

Pengolahan limbah cair dari hasil kegitan/produksi manusia telah tersedia mulai dari yang sederhana hingga tingkat advance. Metode degradasi polutan dalam air menggunkan metode oksidasi kimia dapat dijadikan pilihan. Oksidasi dapat dilakukan dengan pembentukan ion radikal yang memiliki energi cukup untuk melepaskan elektron dalam suatu ikatan senyawa kimia sehingga menjadi ikatan yang lebih sederhana. Oksidasi sempurna senyawa organik secara bertahap berakhir dengan terbentuknya CO2 dan H2O.
Oksidator dapat dibentuk dengan injeksi senyawa dengan potensi oksidasi tinggi atau pembentukan species aktif dari senyawa kimia yang terkandung dalam limbah. Setidaknya unsur oksigen dan hidrogen yang senantiasa terlarut dalam air dapat diubah menjadi senyawa radikal (oksidator kuat) setelah dipengaruhi oleh energi eksternal.



Sumber : effo consulting